BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Penderitan termasuk realitas dunia dan manusia. Itensitas penderitaan bertingkat- tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya itensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
B. Batasan Masalah.
Untukmenghindari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya :
- Penderitaan dan penyebabnya.
- Pengaruh dari penderitaan.
- Bagaimana cara menyikapi suatu penderitaan.
Dalam menyusun makalah ini penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
- Penulis ingin mengetahui sebab penderitaan tersebut.
- Penulis ingin mengetahui,apa saja pengaruh dari penderitaan tersebut.
- Penulis ingin mengetahui,bagaimana dalam menyikapi penderitaan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Manusia Dan Penderitaan.
- 1. Pengertian Penderitaan.
- 2. Penderitaan Dan Sebab-Sebabnya.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, contohnya ;
- Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak
- Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
- Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
- Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan
- Nabi Ayub mengalami cobaan Tuhan
- Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah
- A. Nasib Buruk.
Nasib yang tidak memihak pada kita atau yang biasa disebut nasib buruk selalu menghantui di setiap sisi manusia. Terkadang nasib buruk menimpa pada waktu yang tidak bisa kita tentukan. Dan datang melalui berbagai macam hal di dalam kehidupan.
- B. Penyesalan.
Hanya saja kadang penyesalan datang terlambat. Terlebih kita seorang insan sudah meninggalkan kehidupan dunia ini, tidak ada yang dapat merubah keburukan – keburukan yang telah dilakukannnya. Ada pula yang datang penyesalannya ketika seseorang yang dekat di dalam hidupnya telah meninggalkannya seperti orang tua. Ketika orang tua sudah tiada barulah tersadarkan tentang apa yang telah dilakukannya selama ini. Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi jika saja manusia itu sendiri mau berpikir dan niat berubah.
- C. Kehilangan yg dicintai.
Kehilangan seseorang bisa terjadi bila orang tersebut telah wafat, bercerai atau pun putus dalam menjalin suatu hubungan dan meninggalkan depresi berat bagi yang ditinggalkannya. Depresi yang berat ini akan mengguncang kejiwaan seseorang dalam kehidupannya.
- D. Pengaruh Penderitaan.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu tiri,ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya.
- E. Bagaimana Cara Menyikapi Penderitaan,Nasib Buruk,Penyesalan & Kehilangan
- Optimis dalam mengatasi penderitaan hidup.
- Selalu yakin bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan melainkan perjuangan.
- Membebaskan diri dari penderitaan karena penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
- Berusaha kreatif, tidak mudah menyerah.
- Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
- A. Kesimpulan.
Penderitaan memang sesuatu yang tidak menyenangkan,tetapi dengan adanya hal tersebut akan hadirlah kebahagiaan, jadi hendaklah kita bersabar dalam menghadapinya. Karena Tuhan menguji kita agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.
- B. Saran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar