Selasa, 28 Mei 2013

MANUSIA DAN PENDERITAAN

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang.

          Penderitan termasuk realitas dunia dan manusia. Itensitas penderitaan bertingkat- tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya itensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

B. Batasan Masalah.

Untukmenghindari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya :
  1. Penderitaan dan penyebabnya.
  2. Pengaruh dari penderitaan.
  3. Bagaimana cara menyikapi suatu penderitaan.
C. Tujuan.
     
 Dalam menyusun makalah ini penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
  1. Penulis ingin mengetahui sebab penderitaan tersebut.
  2. Penulis ingin mengetahui,apa saja pengaruh dari penderitaan tersebut.
  3. Penulis ingin mengetahui,bagaimana  dalam menyikapi penderitaan tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

Manusia Dan Penderitaan.
  1. 1.      Pengertian Penderitaan.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta “dhra”  artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin.
  1. 2.      Penderitaan Dan Sebab-Sebabnya.
Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
  Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia, contohnya ;
  • Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak
  • Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
  • Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
  Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan , contohnya ;
  • Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan
  • Nabi Ayub mengalami cobaan Tuhan
  • Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah
  1. A.        Nasib Buruk.
          Dalam kehidupan ini, kita bisa merasakan nasib baik dan nasib buruk. Kedua hal yang bertentangan ini dialami oleh semua makhluk hidup di dunia. Tuhan telah menentukan jalan hidup kita. Lika-liku dalam kehidupan ini pun harus kita jalani dengan ikhlas. Disaat kita tertimpa musibah, kita akan berpikir bahwa kita sedang mengalami nasib buruk.
          Nasib yang tidak memihak pada kita atau yang biasa disebut nasib buruk selalu menghantui di setiap sisi manusia. Terkadang nasib buruk menimpa pada waktu yang tidak bisa kita tentukan. Dan datang melalui berbagai macam hal di dalam kehidupan.
  1. B.        Penyesalan.
          Terkadang manusia hanya mau enaknya saja tanpa memikirkan tanggung jawab dari perbuatannya. Karena memang kenikmatan sementara itu datang pada awalnya dan hanya menyisakan penyesalan pada akhirnya. Entah penyesalan akan datang pada diri suatu insan. Jika sudah datang penyesalan, disitulah titik balik manusia dari perbuatan salah yang selama ini dia lakukan, keindahan akan hidup antara hubungannya dengan sesama manusia atau hubungannya dengan Tuhan akan menjadi indah dan nikmat.
          Hanya saja kadang penyesalan datang terlambat. Terlebih kita seorang insan sudah meninggalkan kehidupan dunia ini, tidak ada yang dapat merubah keburukan – keburukan yang telah dilakukannnya. Ada pula yang datang penyesalannya ketika seseorang yang dekat di dalam hidupnya telah meninggalkannya seperti orang tua. Ketika orang tua sudah tiada barulah tersadarkan tentang apa yang telah dilakukannya selama ini. Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi jika saja manusia itu sendiri mau berpikir dan niat berubah.
  1. C.        Kehilangan yg dicintai.
          Merasa tersakiti, terpuruk, hancur, dan berantakan. Hal ini sering terjadi saat kita merasakan penderitaan kehilangan seseorang yang dicintai. Ingat !! ini bukan akhir hidupmu. Mungkin lama melupakan hal tersebut tapi kita hanya butuh waktu untuk menerima dengan benar-benar ikhlas kehilangan yang dicintai.
Kehilangan seseorang bisa terjadi bila orang tersebut telah wafat, bercerai atau pun putus dalam menjalin suatu hubungan dan meninggalkan depresi berat bagi yang ditinggalkannya. Depresi yang berat ini akan mengguncang kejiwaan seseorang dalam kehidupannya.
  1. D.        Pengaruh Penderitaan.
          Orang yang mengalami penderitaan biasanya akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dari sikap dalam dirinya berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya, penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri, dll
          Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu tiri,ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya.
  1. E.        Bagaimana Cara Menyikapi Penderitaan,Nasib Buruk,Penyesalan & Kehilangan
Ketika menghadapi suatu penderitaan kita harus menyikapi penderitaan tersebut  dengan sikap yang positif,
  • Optimis dalam mengatasi penderitaan hidup.
  • Selalu yakin bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan melainkan perjuangan.
  • Membebaskan diri dari penderitaan karena penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
  • Berusaha kreatif, tidak mudah menyerah.
  • Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.

 BAB III
PENUTUP
  1. A.    Kesimpulan.
Dalam hidup ini kita sering mengalami kesenangan dan kesedihan,nasib baik dan nasib buruk,hal-hal tersebut seperti roda yang berputar,adanya kesenangan pasti di iringi dengan kesedihan,semua itu adalah cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa kepada kita,agar kita lebih baik untuk menyikapi keadaan tersebut.
Penderitaan memang sesuatu yang tidak menyenangkan,tetapi dengan adanya hal tersebut akan hadirlah kebahagiaan, jadi hendaklah kita bersabar dalam menghadapinya. Karena Tuhan menguji kita agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.
  1. B.     Saran.
Marilah dalam menjalani penderitaan itu hendaklah dengan sabar,tidak mengeluh,dan yakin tidak selamanya nasib buruk dan kesengsaraan itu kita alami dan akan berakhir ,maka kita akan bahagia menjalani hidup. Jika orang menikmati kesenangan saja itu memang sudah biasa dan memang sudah sepatutnya. Maka, jadilah orang yang bisa menikmati kesenangan dan penderitaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar